This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PERINTAH-PERINTAH DOS

MELIHAT DAFTAR PERINTAH YANG VALID DI COMMAND PROMPT: “HELP”Untuk mengetahui perintah-perintah apa saja yang berlaku di Command Prompt, cukup ketikkan HELP kemudian tekan Enter. Untuk mengetahui daftar parameter spesifik untuk perintah tertentu, ketikkan spasi diikuti tanda /? di belakang perintah utama. Misalnya, untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang dapat diberikan untuk perintah “DIR”, cukup ketikkan “DIR /?” kemudian tekan Enter.Di bawah ini diberikan ringkasan daftar perintah-perintah yang dapat digunakan di Command Prompt, yang penyajiannya dibagi dalam tiga kategori: dasar, mengenah dan lanjut. Pembagian ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang masih pemula untuk memilih prioritas perintah-perintah mana yang perlu dipelajari terlebih dahulu, terutama perintah-perintah yang paling sering digunakan. Sebenarnya tidak semua perintah disajikan di sini, hanya seingat dan sesempat penulis saja (halah…).

Perintah dasar:Perintah-perintah tingkat dasar diperuntukkan bagi mereka yang masih dalam tahap belajar.
1. ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
2. CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
3. COPY Perintah internal. Untuk mengkopi file
4. DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
5. DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori    tertentu
6. MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru
7. RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
8. REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
9. TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi filePerintah menengah:Perintah-perintah tingkat menengah diperuntukkan bagi mereka yang mulai mempelajari langkah-langkah recovery ringan, seperti format/install ulang, bad sector recovery.
1.  EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
2. DISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
3. FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
4. MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
5. SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi bootablePerintah tingkat lanjut:
1. DEBUG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah isi file dalam format heksadesimal
2. REG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/menghapus key/value registry
3. TASKKILL Perintah eksternal. Untuk menghentikan/membunuh proses yang sedang berlangsung
4. TASKLIST Perintah eksternal. Untuk melihat daftar proses yang sedang berlangsungPerintah-perintah BATCH FILE @ ECHO REMProgram-program UtilitiesQuickBASIC, PASCAL, TURBO C (bahasa pemrograman, program untuk membuat program) Partition Magic for DOS (program partisi yang lebih mudah digunakan dibandingkan FDISKMELIHAT DAFTAR FILE: “DIR”Perintah “DIR” berfungsi untuk melihat daftar file/folder yang berada di direktori atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR mempunyai banyak sekali parameter perintah yang dapat kita gunakan untuk membatasi daftar file/folder yang kita inginkan. Di antaranya, parameter-parameter ini dapat kita gunakan untuk menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin kita lihat di direktori/folder tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan menampilkan file-file yang hidden atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan nama, tanggal, ukuran, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan cara penggunaannya, ketikkan “DIR /?” kemudian tekan Enter.Melihat daftar file/folder dalam direktori/folder tertentu dir(tanpa parmenter).
Melihat daftar file sajaDIR /a-dMelihat daftar folder sajaDIR /adMelihat daftar file yang tersembunyiDIR /a-dhMelihat daftar folder yang tersembunyiDIR /adhMelihat daftar file/folder yang tersembunyiDIR /ahMENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE: “ATTRIB”Untuk mengetahui daftar parameter untuk perintah “ATTRIB”, ketikkan “ATTRIB /?”.Melihat attribut file/folderFormat umum: ATTRIB namafileContoh: ATTRIB readme.txtUntuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards character (*) pada namafile.Mengubah attribut file/folderATTRIB daftaratribut namafileDaftar atribut yang valid: H, R, SGunakan tanda ‘-’ di depan kode attribut untuk menonaktifkan atributtertentu, gunakan tanda ‘+’ untuk mengaktifkan atribut tertentu.
Contoh pemakaian:Mengubah atribut file README.TXT menjadi hiddenATTRIB +h README.TXT

Perintah DOSPerintah DOS
adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalam sistem operasi DOS
. Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:
• Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM
(interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.
• Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif. 

Berikut berisi perintah-perintah yang terdapat dalam MS-DOS.
Perintah
Jenis perintah
Keterangan
BREAKInternal
Mengeset pengecekan penekanan tombol Ctrl+C atau menggagalkannya.CD atau CHDIR
Internal
Mengganti direktori
aktif ke direktori lainnya yang ditentukan dalam parameter. Jika dijalankan tanpa parameter, maka perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif berada.CHCPInternal
Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan menampilkan code page (kumpulan karakter) dalam bentuk angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti code page untuk semua perangkat yang mendukung pergantian kumpulan karakter.CLSInternal
Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.COPYInternal
Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas akan disalin.CTTYInternalChanges the terminal device used to control your system. Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (
terminal device
/
tty
) yang digunakan untuk DATEInternal
Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini juga dapat mengeset tanggal komputer.DEL atau ERASE
Internal
Menghapus berkas
yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupa nama berkas
atau beberapa nama berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.DIRInternal
Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat menampilkan daftar berkas-berkas dan subdirektori yang terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki satu parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak menampilkan daftar isi direktori
.EXITInternal
Keluar dari
shell
COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi kepada COMMAND.COM primer.LH atau LOADHIGH
InternalMemuat sebuah program ke upper memory block
.LOCKInternal
Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS
dalam Windows 95
/98
.MKDIR atau MD
InternalMembuat sebuah direktori
dalam direktori aktif.PATHInternal
Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas yang dapat dieksekusi sebagai program.PROMPTInternalMengubah tampilan command prompt
MS-DOS
.RMDIR atau RD
Internal
Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori tersebut mengandung berkas atau subdirektori lainnya. Gunakan perintah eksternal
DELTREE
untuk menghapus total sebuah tree
direktori
.REN atau RENAME
Internal
Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas
(dengan menggunakan karakter
wildcard
).SETInternal
Menampilkan, menghapus atau mengeset variabel-variabel lingkungan
. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam berkas AUTOEXEC.BAT
.TIMEInternalMenampilkan atau mengeset waktu saat ini.TYPEInternal
Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.
UNLOCKInternal
Menonaktifkan akses
hard disk
secara langsung. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam
Windows 95/98.VERInternalMenampilkan versi sistem operasi yang
Perintah DOS adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalam sistem operasi DOS. Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:
  • Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.
  • Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.
Tabel berikut berisi perintah-perintah yang terdapat dalam MS-DOS.
Perintah Jenis perintah Keterangan
BREAK Internal Mengeset pengecekan penekanan tombol Ctrl+C atau menggagalkannya.
CDatau CHDIR Internal Mengganti direktori aktif ke direktori lainnya yang ditentukan dalam parameter. Jika dijalankan tanpa parameter, maka perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif berada.
CHCP Internal Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan menampilkan code page (kumpulan karakter) dalam bentuk angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti code page untuk semua perangkat yang mendukung pergantian kumpulan karakter.
CLS Internal Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.
COPY Internal Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas akan disalin.
CTTY Internal Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (terminal device/tty) yang digunakan untuk mengontrol komputer.
DATE Internal Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini juga dapat mengeset tanggal komputer.
DELatau ERASE Internal Menghapus berkas yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupanama berkas atau beberapa nama berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.
DIR Internal Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat menampilkan daftar berkas-berkas dan subdirektori yang terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki satu parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak menampilkan daftar isidirektori.
EXIT Internal Keluar dari shell COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi kepada COMMAND.COM primer.
LHatau LOADHIGH Internal Memuat sebuah program ke upper memory block.
LOCK Internal Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
MKDIRatau MD Internal Membuat sebuah direktori dalam direktori aktif.
PATH Internal Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas yang dapat dieksekusi sebagai program.
PROMPT Internal Mengubah tampilan command prompt MS-DOS.
RMDIRatau RD Internal Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori tersebut mengandung berkas atau subdirektori lainnya. Gunakan perintah eksternalDELTREE untuk menghapus total sebuah tree direktori.
RENatau RENAME Internal Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas (dengan menggunakan karakterwildcard).
SET Internal Menampilkan, menghapus atau mengeset variabel-variabel lingkungan. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam berkas AUTOEXEC.BAT.
TIME Internal Menampilkan atau mengeset waktu saat ini.
TYPE Internal Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.
UNLOCK Internal Menonaktifkan akses hard disk secara langsung. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
VER Internal Menampilkan versi sistem operasi yang digunakan.
VERIFY Internal Menyuruh sistem operasi agar melakukan verifikasi bahwa berkas-berkas yang ditulis ke dalam media penyimpanan telah sempurna ditulis, dan menampilkan status verifikasi. Perintah ini secara default dinyalakan oleh MS-DOS.
VOL Internal Menampilkan nama label dari sebuah volume atau partisi.

PERINTAH-PERINTAH DOS
MELIHAT DAFTAR PERINTAH YANG VALID DI COMMAND PROMPT: “HELP”
Untuk mengetahui perintah-perintah apa saja yang berlaku di Command Prompt, cukup ketikkan HELP kemudian tekan Enter. Untuk mengetahui daftar parameter spesifik untuk perintah tertentu, ketikkan spasi diikuti tanda /? di belakang perintah utama. Misalnya, untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang dapat diberikan untuk perintah “DIR”, cukup ketikkan “DIR /?” kemudian tekan Enter.
Di bawah ini diberikan ringkasan daftar perintah-perintah yang dapat digunakan di Command Prompt, yang penyajiannya dibagi dalam tiga kategori: dasar, mengenah dan lanjut. Pembagian ini diharapkan dapat memudahkan pembaca yang masih pemula untuk memilih prioritas perintah-perintah mana yang perlu dipelajari terlebih dahulu, terutama perintah-perintah yang paling sering digunakan. Sebenarnya tidak semua perintah disajikan di sini, hanya seingat dan sesempat penulis saja (halah…).

Perintah dasar:
Perintah-perintah tingkat dasar diperuntukkan bagi mereka yang masih dalam tahap belajar.
ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
COPY Perintah internal. Untuk mengkopi file
DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru
RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi file
Perintah menengah:
Perintah-perintah tingkat menengah diperuntukkan bagi mereka yang mulai mempelajari langkah-langkah recovery ringan, seperti format/install ulang, bad sector recovery.
EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
FDISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi bootable
Perintah tingkat lanjut:
DEBUG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah isi file dalam format heksadesimal
REG Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/menghapus key/value registry
TASKKILL Perintah eksternal. Untuk menghentikan/membunuh proses yang sedang berlangsung
TASKLIST Perintah eksternal. Untuk melihat daftar proses yang sedang berlangsung
Perintah-perintah BATCH FILE
@
ECHO
REM
Program-program Utilities
QuickBASIC, PASCAL, TURBO C (bahasa pemrograman, program untuk membuat program)
Partition Magic for DOS (program partisi yang lebih mudah digunakan dibandingkan FDISK
MELIHAT DAFTAR FILE: “DIR”
Perintah “DIR” berfungsi untuk melihat daftar file/folder yang berada di direktori atau folder tertentu. Sebenarnya perintah DIR mempunyai banyak sekali parameter perintah yang dapat kita gunakan untuk membatasi daftar file/folder yang kita inginkan. Di antaranya, parameter-parameter ini dapat kita gunakan untuk menentukan file, folder atau file dan folder yang ingin kita lihat di direktori/folder tertentu, kemudian menentukan apakah kita akan menampilkan file-file yang hidden atau tidak, kemudian mengurutkan berdasarkan nama, tanggal, ukuran, dan sebagainya. Untuk mengetahui daftar parameter dan cara penggunaannya, ketikkan “DIR /?” kemudian tekan Enter.
Melihat daftar file/folder dalam direktori/folder tertentu
DIR (tanpa parameter)
Melihat daftar file saja
DIR /a-d
Melihat daftar folder saja
DIR /ad
Melihat daftar file yang tersembunyi
DIR /a-dh
Melihat daftar folder yang tersembunyi
DIR /adh
Melihat daftar file/folder yang tersembunyi
DIR /ah
MENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE: “ATTRIB”
Untuk mengetahui daftar parameter untuk perintah “ATTRIB”, ketikkan “ATTRIB /?”.
Melihat attribut file/folder
Format umum: ATTRIB namafile
Contoh: ATTRIB readme.txt
Untuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards character (*) pada namafile.
Mengubah attribut file/folder
ATTRIB daftaratribut namafile
Daftar atribut yang valid: H, R, S
Gunakan tanda ‘-’ di depan kode attribut untuk menonaktifkan atribut tertentu, gunakan tanda ‘+’ untuk mengaktifkan atribut tertentu.
Contoh pemakaian:
Mengubah atribut file README.TXT menjadi hidden
ATTRIB +h README.TXT
Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada file README.TXT
ATTRIB +h +s README.TXT
Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan untuk memunculkan kembali file-file yang ‘disembunyikan’, misalnya sebagai dampak infeksi virus ke komputer:
ATTRIB -h -r -s *.*

Perintah Dasar CMD ( Command Prompt Alias DOS )


Master dilarang keras baca tulisan ini.. gkgkggkggkkgk...

Kira-kira ini perinta-perintah CMD kerang lebihnya:

loading...

Accessibility Wizard = accwiz
Add Hardware Wizard = hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs = appwiz.cpl
Administrative Tools = control admintools
Adobe Acrobat ( if installed ) = acrobat
Adobe Distiller ( if installed ) = acrodist
Adobe ImageReady ( if installed ) = imageready
Adobe Photoshop ( if installed ) = photoshop
Automatic Updates = wuaucpl.cpl
Basic Media Player = mplay32
Bluetooth Transfer Wizard = fsquirt
Calculator calc Ccleaner(if installed) = ccleaner
C: Drive = c:Certificate Manager = cdrtmgr.msc
Character Map = charmap
Check Disk Utility = chkdsk
Clipboard Viewer = clipbrd
Command Prompt = cmd
Command Prompt = command
Component Services = dcomcnfg
Computer Management = compmgmt.msc
Compare Files = comp
Control Panel = control
Create a shared folder Wizard = shrpubw
Date and Time Properties = timedate.cpl
DDE Shares = ddeshare
Device Manager = devmgmt.msc
Direct X Control Panel ( if installed ) = directx.cpl
Direct X Troubleshooter = dxdiag
Disk Cleanup Utility = cleanmgr
Disk Defragment = dfrg.msc
Disk Partition Manager = diskmgmt.msc
Display Properties = control desktop
Display Properties = desk.cpl
Display Properties(w/Appearance Tab Preselected ) = control color
Dr. Watson System Troubleshooting Utility = drwtsn32
Driver Verifier Utility verifier Ethereal(if installed) = ethereal
Event Viewer = eventvwr.msc
Files and Settings Transfer Tool = migwiz
File Signature Verification Tool = sigverif
Findfast = findfast.cpl
Firefox = firefox
Folders Properties = control folders
Fonts = fonts
Fonts Folder = fonts
Free Cell Card Game = freecell
Game Controllers = joy.cpl
Group Policy Editor ( xp pro ) = gpedit.msc
Hearts Card Game = mshearts
Help and Support = helpctr
Hyperterminal = hypertrm
Hotline Client = hotlineclient
Iexpress Wizard = iexpress
Indexing Service = ciadv.msc
Internet Connection Wizard = icwonn1

Internet Properties = inetcpl.cpl
Internet Setup Wizard = inetwiz
IP Configuration = ipconfig /all
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) = ipconfig /displaydns
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) = ipconfig /flushdns
IP Configuration (Release All Connections) = ipconfig /release
IP Configuration (Renew All Connections) = ipconfig /renew
IP Config (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) = ipconfig /registerdns
IP Configuration (Display DHCP Class ID) = ipconfig /showclassid
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) = ipconfig /setclassid
Java Control Panel ( if installed ) = picpl32.cpl
Java Control Panel ( if installed ) = javaws
Keyboard Properties = control keyboard
Local Security Settings = secpol.msc
Local Users and Groups = lusrmgr.msc
Logs You Out of Windows = logoff
Malicious Software Removal Tool = mrt
Microsoft Access ( if installed ) = access.cpl
Microsoft Chat = winchat
Microsoft Excel ( if installed ) = excel
Microsoft Diskpart = diskpart
Microsoft Frontpage ( if installed ) = frontpg
Microsoft Movie Maker = moviemk
Microsoft Management Console = mmc
Microsoft Narrator = narrator
Microsoft Paint = mspaint
Microsoft Powerpoint = powerpnt
Microsoft Word ( if installed ) = winword
Microsoft Syncronization Tool = mobsync
Minesweeper Game = winmine
Mouse Properties = control mouse
Mouse Properties = main.cpl
MS-Dos Editor = edit
MS-Dos FTP = ftp
Nero ( if installed ) = nero
Netmeeting = conf
Network Connections = control netconnections
Network Connections = ncpa.cpl
Network Setup Wizard = netsetup.cpl
Notepad = notepad
Nview Desktop Manager ( if installed ) = nvtuicpl.cpl
Object Packager = packager
ODBC Data Source Administrator = odbccp32
ODBC Data Source Administrator = odbccp32.cpl
On Screen Keyboard = osk
Opens AC3 Filter ( if installed )= ac3filter.cpl
Outlook Express = msimn
Paint = pbrush
Password Properties = password.cpl
Performance Monitor = perfmon.msc
Performance Monitor = perfmon
Phone and Modem Options = telephon.cpl
Phone Dialer = dialer
Pinball Game = pinball
Power Configuration = powercfg.cpl
Printers and Faxes = control printers
Printers Folder= printers
Private Characters Editor = eudcedit
Quicktime ( if installed ) = quicktime.cpl
Quicktime Player ( if installed ) = quicktimeplayer
Real Player ( if installed ) = realplay
Regional Settings = intl.cpl

loading...

Registry Editor = regedit
Registry Editor = regedit32
Remote Access Phonebook = rasphone
Remote Desktop = mstsc
Removable Storage = ntmsmgr.msc
Removable Storage Operator Requests = ntmsoprq.msc
Resultant Set of Policy ( xp pro ) = rsop.msc
Scanners and Cameras = sticpl.cpl
Scheduled Tasks control= schedtasks
Security Center = wscui.cpl
Services = services.msc
Shared Folders = fsmgmt.msc
Sharing Session = rtcshare
Shuts Down Windows = shutdown
Sounds Recorder = sndrec32
Sounds and Audio = mmsys.cpl
Spider Solitare Card Game = spider
SQL Client Configuration = clicongf
System Configuration Editor = sysedit
System Configuration Utility = msconfig
System File Checker Utility ( Scan Immediately ) = sfc /scannow
System File Checker Utility ( Scan Once At Next Boot ) = sfc /scanonce
System File Checker Utility ( Scan On Every Boot ) = sfc /scanboot
System File Checker Utility ( Return to Default Settings) = sfc /revert
System File Checker Utility ( Purge File Cache ) = sfc /purgecache
System File Checker Utility ( Set Cache Size to Size x ) = sfc /cachesize=x
System Information msinfo32 System Properties = sysdm.cpl
Task Manager = taskmgr
TCP Tester = tcptest
Telnet Client = telnet
Tweak UI ( if installed ) = tweakui
User Account Management = nusrmgr.cpl
Utility Manager utilman
Volume Serial Number for = C: label
Volume Control = sndvol32
Windows Address Book = wab
Windows Address Book Import Utility = wabmig
Windows Backup Utility ( if installed ) = ntbackup
Windows Explorer = explorer
Windows Firewall = firewall.cpl
Windows Installer Details = msiexec
Windows Magnifier = magnify
Windows Management Infrastructure = wmimgmt.msc
Windows Media Player = wmplayer
Windows Messenger = msnsgs
Windows Picture Import Wizard (Need camera connected) = wiaacmgr
Windows System Security Tool = syskey
Windows Script host settings = wscript
Widnows Updte Launches = wupdmgr
Windows Version ( shows your windows version ) = winver
Windows XP Tour Wizard = tourstart
Wordpad = write
Zoom Utility = igfxzoom

Perintah Dasar DOS ( CMD / Command Prompt )

CMD

Perintah Dasar DOS

by admin on Feb.05, 2009, under CMD
Dalam menggunakan Dos diperlukan pemahaman tentang perintah perintah untuk menjalankan Dos..untuk masuk ke Dos sendiri cukup klik run-cmd-enter…baik sekaranga akan saya berikan beberapa perintah yang dapat anda gunakan dalam Dos
1.cd Description: :Pindah direktori.misalnya cd windows,untuk pindah ke direktori windows

2.copy
Meng-copy file

3.copy file1.txt filebaru.txt
Meng-copy file1.txt, nama file hasil copy-an adalah filebaru.txt. Jadi akan terdapat file1.txt dan filebaru.txt dengan isi yang sama. Ganti file1.txt dan filebaru.txt dengan nama file yang akan Anda copy

4.copy file1.txt c:\data
Mengcopy file1.txt ke directory data pada drive C (nama file hasil copy-an adalah file1.txt)

5.copy file1.txt c:\data\filebaru.txt
Meng-copy file1.txt ke directory data dengan nama file hasil copy-an filebaru.txt

6.dir (menampilkan file dan direktory)
7.dir d: (membuka file di direktori d)
8.dir /w
Menampilkan file dan directory secara “singkat” (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)

9.ren
Mengganti nama file

10.ren filelama.txt filebaru.txt
Mengganti nama file filelama.txt menjadi filebaru.txt

itu tadi adalah perintah umum yang dipakai dalam Dos..sekarang saya akan memberikan perintah perintah dasar dalam Dos.
ATTRIB Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah atribut file
CLS Perintah internal. Untuk menghapus layar monitor
COPY Perintah internal. Untuk mengcopi file
DEL Perintah internal. Untuk menghapus file
DIR Perintah internal. Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
MD Perintah internal. Untuk membuat direktori/folder baru
RD Perintah internal. Untuk menghapus folder (folder kosong)
REN Perintah internal. Untuk mengubah nama file/folder
TYPE Perintah internal. Untuk melihat isi file

EDIT Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
FDISK Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
FORMAT Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
MORE Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus
SYS Eksternal apa internal ya? Yang jelas untuk membuat disket/harddisk jadi bootable

Melihat daftar file/folder dalam direktori/folder tertentu
DIR (tanpa parameter)

Melihat daftar file saja
DIR /a-d

Melihat daftar folder saja
DIR /ad

Melihat daftar file yang tersembunyi
DIR /a-dh

Melihat daftar folder yang tersembunyi
DIR /adh

Melihat daftar file/folder yang tersembunyi
DIR /ah

Jika suatu kali komputer anda terserang virus dan tiba tiba semua data anda lenyap,jangan khwatir karena sebenrnya virus tidak pernah menghapus data yang ada mereka hanya menyembuyikan data anda disuatu tempat yang tidak kita ketahui.ada cara untuk memunculkan kembali data data tersebut dengan menggunakan perintah Dos.
pertama kali kita harus membuka file apa saja yang tersembunyi..dengan cara:
Melihat daftar folder saja
DIR /ad

Melihat daftar file yang tersembunyi
DIR /a-dh

Melihat daftar folder yang tersembunyi
DIR /adh

Melihat daftar file/folder yang tersembunyi
DIR /ah

setelah kita mengetahui file apa saja yang tersenbunyi,kita tinggal melihat attribut file file tersebut.caranya:
MENGETAHUI/MENGUBAH ATRIBUT FILE: “ATTRIB”
Untuk mengetahui daftar parameter untuk perintah “ATTRIB”, ketikkan “ATTRIB /?”.

Melihat attribut file/folder
Format umum: ATTRIB namafile
Contoh: ATTRIB readme.txt
Untuk melihat attribut dari beberapa file/folder, gunakan wildcards character (*) pada namafile.
setelah tau attribut file tersebut,kita tinggal mengubah attribut file tersebut,caranya:

Mengubah attribut file/folder
ATTRIB daftaratribut namafile
Daftar atribut yang valid: H, R, S
Gunakan tanda ‘-’ di depan kode attribut untuk menonaktifkan atribut tertentu, gunakan tanda ‘+’ untuk mengaktifkan atribut tertentu.

Contoh pemakaian:
Mengubah atribut file README.TXT menjadi hidden
ATTRIB +h README.TXT

Mengaktifkan atribut hidden sekaligus atribut system pada file README.TXT
ATTRIB +h +s README.TXT

Menonaktifkan attribut hidden, read-only dan system pada semua file dalam direktori aktif (current directory). Kombinasi atribut ini dapat digunakan untuk memunculkan kembali file-file yang ‘disembunyikan’, misalnya sebagai dampak infeksi virus ke komputer:
ATTRIB -h -r -s *.*

sumber : http://andi-and1godwar.blogspot.com
DOS (Disk Operating System) adalah sistem operasi berbasis teks yang dikeluarkan microsoft sebelum windows. Sama seperti Terminal di Linux, DOS memiliki daftar perintah berbasis teks yang harus diketik di Console DOS atau lazim disebut Command Prompt. Mengetahui penggunaan perintah DOS adalah pengetahuan tersendiri yang perlu dipahami oleh administrator jaringan berbasis windows. Anda akan lebih mudah menguasai NetBios Hacking atau remote komputer berbasis console di windows dengan mengetahui perintah- perintah DOS.
Berikut daftar lengkap perintah DOS beserta fungsinya :
# ADDUSERS : Menambah/melihat daftar user melalui CSV file
# ARP : Address Resolution Protocol
# ASSOC : Mengganti ekstensi file asosiasi
# ASSOCIAT : Menjalankan file asosiasi satu langkah
# AT : Menjadwalkan perintah yang akan dijalankan lain waktu
# ATTRIB : Mengganti attribut file

# BOOTCFG : Mengedit pengaturan Windows boot
# BROWSTAT : Mengambil domain, browser dan PDC info

# CACLS : Mengganti permision file
# CALL : Memanggil salah satu program dari kelompok program
# CD : Pindah direktori/pindah folder
# CHANGE : Mengganti properties Terminal Server Session
# CHKDSK : Cek disk/harddisk dan memperbaiki permasalah harddisk
# CHKNTFS : Cek NTFS file system
# CHOICE : Menyetujui/memilih tombol input keyboard untuk memanggil file
# CIPHER : Enkripsi/dekripsi file atau folder
# CleanMgr : Menghapus otomatis temporary file termasuk recycle bin
# CLEARMEM : Menghapus/membersihkan memory
# CLIP : Mengcopy STDIN ke Windows clipboard.
# CLS : Membersihkan/menghilangkan layar
# CLUSTER : Clustering Windows
# CMD : Memulai/membuka command prompt
# COLOR : Mengganti warna layar command prompt
# COMP : Membandingkan isi dua file atau lebih
# COMPACT : Mengompress file atau folder pada partisi NTFS
# COMPRESS : Mengompress sebuah file pada partisis NTFS
# CON2PRT : Menghubungkan atau memutus koneksi printer
# CONVERT : Mengganti dari partisi FAT ke NTFS.
# COPY : Mencopy satu atau lebih files
# CSVDE : Import/Export Active Directory data

# DATE : Menampilkan tanggal
# Dcomcnfg : DCOM Configuration Utility
# DEFRAG : Mendefragmen harddisk
# DEL : Menghapus file
# DELPROF : Menghapus profil user NT
# DELTREE : Menghapus folder dan subfolder
# DevCon : Device Manager Command Line Utility
# DIR : Menampilkan daftar file dan folder
# DIRUSE : Menampilkan daftar disk yang terpakai
# DISKCOMP : Membandingkan isi dua buah floppy disk
# DISKCOPY : Mengcopy isi Floppy disk
# DNSSTAT : DNS Statistik
# DOSKEY : Mengedit baris perintah, memanggil ulang perintah, dan membuat macros
# DSADD : Menambah user dan grup komputer di active directory
# DSQUERY : Menampilkan daftar item di active directory
# DSMOD : Memodifikasi user dan grup komputer di active directory

# ECHO : Menampilkan pesan di layar
# ENDLOCAL : Menampilkan perubahan pada akhir kelompok file
# ERASE : Menghapus satu atau lebih file
# EXIT : Keluar dari commant prompt
# EXPAND : Menggelar file
# EXTRACT : Mengekstrak file

# FC : Membandingkan dua file
# FDISK : Menampilkan format disk dan partisi
# FIND : Mencari sebuah file
# FINDSTR : Mencari file berdasarkan potongan kata
# FOR : Menampilkan kondisi terakhir yang terjadi pada waktu terakhir
# FORFILES : Menampilkan proses kelompok file
# FORMAT : Memformat disk
# FREEDISK : Melihat kapasitas disk yang kosong
# FSUTIL : Utilitas file dan volume file
# FTP : File Transfer Protocol
# FTYPE : Menampilkan atau mengganti ekstensi file

# GLOBAL : Menampilkan user dari grup global
# GOTO : Mengakses langsung kelompok program melalui label program pada command line

# HELP : Bantuan
# HFNETCHK : Network Security Hotfix Checker

# IF : Salah satu perintah kondisi
# IFMEMBER : Kondisi salah satu user di NT Workgroup
# IPCONFIG : Konfigurasi IP (Internet Protocol)

# KILL : Mematikan/menghapus program yang sedang berjalan di memory
# LABEL : Mengganti label disk
# LOCAL : Menampilkan anggota sebuah grup
# LOGEVENT : Menulis file di NT event viewer.
# LOGOFF : Logoff
# LOGTIME : Menampilkan Log tanggal dan waktu pada sebuah file

# MAPISEND : Mengirim e-mail dengan baris perintah
# MEM : Menampilkan memori yang terpakai
# MD : Membuat sebuah folder
# MODE : Mengkonfigurasi system device
# MORE : Menampilakn output/hasil berikutnya dilayar
# MOUNTVOL : Manajemen volume mount point
# MOVE : Memindahkan file
# MOVEUSER : Memindahkan user
# MSG : Mengirim pesan
# MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
# MSINFO : Windows NT diagnosik
# MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
# MUNGE : Mencari dan mereplika teks dalam sebuah file
# MV : Mencopy file yang sedang aktif

# NET : Manajemen jaringan yang digunakan
# NETDOM : Domain Manager
# NETSH : Mengkonfigurasi network protocols
# NETSVC : Daftar perintah Service Controller
# NBTSTAT : Menampilkan statistik jaringan (NetBIOS TCP/IP)
# NETSTAT : Menampilkan statistik jaringan (TCP/IP)
# NOW : Menampilkan tanggal dan waktu sekarang
# NSLOOKUP : Name server lookup
# NTBACKUP : Membackup file
# NTRIGHTS : Mengedit user
# PATH : Menampilkan alamat (path) sebuah program
# PATHPING : Menelusuri jejak koneksi yang terganggu dan kehilangan paket
# PAUSE : Mengentikan proses sejenak pada program atau perintah yang sedang berjalan
# PERMS : Menampilkan user permition
# PERFMON : Memonitor permorma
# PING : Mengetes koneksi jaringan
# POPD : Restore ke harga awal pada direktori asli berdasarkan PUSHD
# PORTQRY : Menampilkan status port dan services
# PRINT : Mencetak teks
# PRNCNFG : Menampilkan, mengkonfigurasi atau mengganti nama printer
# PRNMNGR : Menambah, menghapus atau mendefault printer
# PROMPT : Mengganti perintah
# PsExec : Mengeksekusi proses secara remote
# PsFile : Menampilkan file yang terbuka secara remote
# PsGetSid : Menampilkan SID komputer pengguna
# PsInfo : Menampilkan informasi sistem komputer
# PsKill : Mematikan proses berdasarkan nama atau ID proses
# PsList : Menampilkan detail proses yang sedang berjalan
# PsLoggedOn : Melihat siapa yang sedang Logon baik local maupun sharing
# PsLogList : Menampilkan rekaman LOG
# PsPasswd : Mengganti password account
# PsService : Menampilkan dan mengontrol services
# PsShutdown : Shutdown atau merestart komputer
# PsSuspend : Suspend
# PUSHD : Menyimpan kemudian mengganti pada direktori asli
# QGREP : Mencari file berdasarkan pola

# RASDIAL : Manajemen RAS connections
# RASPHONE : Manajemen RAS connections
# RECOVER : Merecover file yang rusak dari disk
# REG : Membaca, mengeset atau menghapus registry key atau value
# REGEDIT : Mengimpor/eksport pengaturan registry
# REGSVR32 : Register atau unregister DLL file
# REGINI : Mengganti Registry Permissions
# REM : Merekam komentar pada kelompok file
# REN : Mengganti nama file
# REPLACE : Menindih (replace) atau mengupdate file dengan file lainya
# RD : Menghapus folder
# RDISK : Membuat Recovery Disk
# RMTSHARE : Sharing folder atau printer
# ROBOCOPY : Menyalin file atau folder secara keseluruhan (asli)
# ROUTE : Manipulasi network routing tabel
# RUNAS : Menjalankan program pada user account berbeda
# RUNDLL32 : Menjalankan perintah DLL32

# SC : Service Control
# SCHTASKS : Membuat atau mengedit schedule task
# SCLIST : Menampilkan service NT yang sedang berjalan
# ScriptIt : Mengontrol aplikasi GUI
# SET : Menampilkan, mengeset atau menghapus variabel tertentu
# SETLOCAL : Mengubah local konfigurasi sementara pada kelompok file
# SETX : Mengatur konfigurasi variabel secara permanen
# SHARE : Menampilkan atau mengedit data/printer sharing
# SHIFT : Menyisipkan parameter pada kelompok file
# SHORTCUT : Membuat shortcut file
# SHOWGRPS : Menampilkan NT Workgroups user yang tergabung
# SHOWMBRS : Menampilkan keanggotaan user pada sebuah workgroup
# SHUTDOWN : Mematikan komputer
# SLEEP : Mematikan sementara (x second)
# SOON : Menjadwalkan perintah agar berjalan pada waktu yang akan datang
# SORT : Sort input
# START : Menjalankan program tertentu pada jendela terpisah
# SU : Switch User
# SUBINACL : Edit file, folder Permissions, Ownership dan Domain
# SUBST : Mengurutkan lokasi berdasarkan drive letter
# SYSTEMINFO : Menampilkan daftar konfigurasi sistem

# TASKLIST : Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
# TIME : Menampilkan atau mengkonfigurasi tanggal/waktu
# TIMEOUT : Penundaan proses
# TITLE : Mengatur judul jendela CMD.EXE pada waktu berjalan
# TOUCH : Mengganti stempel waktu (timestamps) file
# TRACERT : Menelusuri route jaringan pada remote host
# TREE : Menampilkan folder terstruktur pada mode grafis
# TYPE : Menampilkan isi sebuah file

# USRSTAT : Menampilkan daftar nama domain dan sesi login terakhir
# VER : Menampilkan informasi versi
# VERIFY : Memverifikasi file yang telah disimpan
# VOL : Menampilkan label disk

# WHERE : Menentukan dan menampilkan lokasi file pada stuktur direktori
# WHOAMI : Menampilkan UserName dan domain sebenarnya
# WINDIFF : Membandingkan isi dua buah file dan konfigurasinya
# WINMSD : Diagnosa sistem windows
# WINMSDP : Diagnosa sistem windows lainya
# WMIC : Perintah WMI# XCACLS : Mengganti file permission
# XCOPY : mengcopy files dan folder

Perintah-Perintah Dasar CMD

Sekarang kita akan membahas sedikit tentang beberapa command dalam CMD [ command prompt ] pada windows. Command Prompt merupakan aplikasi bawaan windows yang menurut saya sangat bagus untuk kita pelajari. Untuk mengetahui perintah-peritah apa yang ada pada command promp silahkan ketikkan " help " dan dengan seketika akan muncul beberapa command yang bisa digunakan.

Antara lain:

copy & xcopy

Copy seperti namanya merupakan perintah untuk melakukan copy file. Sintaknya “ copy [nama file lengkap dengan extensinya ] [ tujuan ] “. Contohnya saya akan mengcopy file coba.doc pada drive D, ke kesebuah folder yang ada di drive C, misalkan nama foldernya " newFolder ", maka terlebih dulu masuk ke drive D lewat CMD dengan mengetikkan nama drive " D: " (tanpa tanda petik), selanjutnya ketikkan perintah " copy coba.doc C:\newFolder ", maka file coba.doc akan dicopy ke folder newFolder yang ada di drive C. Sebenarnya kita juga bisa mengcopy file tersebut tanpa harus masuk ke drive D terlebih dahulu dengan catatan anda harus tahu terlebih dulu lokasi folder, nama dan type file yang ingin anda tersebut, seperti contoh tadi berarti anda harus ketikkan perintah berikut " copy D:\coba.doc C:\newFolder ".

Bagaimana jika kita ingin mencopy satu folder sekaligus?
Kita juga bisa menggunakan perintah copy biasa, akan tetapi nama folder tersebut tidak ikut tercopy, yang tercopy hanya isinya doang. Disinilah kita bisa menggunakan perintah " xcopy ". Misalkan kita ingin mengcopy folder di Drive D: yang terdiri dari banyak sub folder maka kita bisa ketikkan perintah " xcopy /e [namafolder] [drive tutujuan ]. " /e " merupakan perintah untuk melakukan copy terhadap subdirectory. Ada juga cara lain jika kita ingin mencopy dengan praktis dan cepat yakni dengan menggunakan extensi file tertentu. Contohnya jika saya ingin mengcopy semua file yang berekstensi *.txt yang ada di drive D: maka saya bisa ketikkan perintah " xcopy /s *.txt C:\newFolder ", maka setiap file dengan extensi *.txt akan tercopy ke folder newFolder di drive C.
Uniknya dengan perintah copy ini kita bisa mencopy suatu file kedalam file lainnya, misalnya ada dua file berextensi *.txt dengan nama a.txt dan b.txt, dengan perintah copy saya bisa menggabungkan kedua file tersebut, misalkan hasil gabungan filenya berextensi c.txt maka perintahnya “ copy /b a.txt + b.txt = c.txt “, perintah “ /b “ berarti dalam peritah copy tadi akan dilakukan copy binary juga. Dalam file c.txt akan tertulis isi dari file a.txt dan b.txt. Kita bisa menggabungkan file dengan type apapun, sehingga cara ini cocok kita gunakan untuk menyembunyikan suatu informasi peting, contohnya jika saya ingin mengirim pesan rahasia kepada teman saya, saya tidak perlu menggunakan ilmu kryptograpy untuk melakukannya, saya copykan saja pesannya ke dalam suatu file


yang orang tidak mungkin akan curiga. Coba anda copykan sebuah file *.txt misalkan namanya a.txt dimana dalam a.txt terdapat pesan " ada bom " kedalam file berekxtensi *.jpg misalkan nama filenya gambar.jpg dengan perintah " copy /b gambar.jpg + a.txt = c.jpg "
perintah ini akan menghasilkan sebuah file baru dengan nama c.jpg, jika anda buka file tersebut maka gambar.jpg akan terbuka secara normal.
Terus pesan yang tadi dimana?
Jika anda ingin melihat pesan " ada bom " tadi anda klik kanan pada gambar.jpg tadi dan pilih open with menggunakan notepad, maka akan terlihat code ASCII untuk gambar.jpg tersebut, tulisan anda ada pada ujung code ASCII tadi.
Banyak orang juga menggunakan cara ini unutk menyembukan suatu file kedalam file tertentu misalnya taruh music atau video dalam file *.jpg. Syaratnya anda kompress dulu file yang ingin disembunyikan tadi menggunakan winzip atau winrar dan jika suatu saat anda ingin membuka file tersebut anda harus membuka file *.jpg tadi menggunakan winrar atau winzip selanjutnya tinggal di ekstrak. Yang perlu anda perhatikan dalam copy file kedalam file ini adalah urutannya. Misalkan perintah perintah 1 “copy /b gambar.jpg + file.zip = gambarbaru.jpg “ dan perintah 2 “copy /b file.zip + gambar.jpg += gambarbaru.jpg “. Pada perintah satu gambarbaru.jpg akan bisa terbuka normal dan perintah 2 gambarbaru.jpg tidak akan bisa terbuka.

Attrib

Attrib digunakan utnuk mengganti atau memberikan attribut suatu file. Attrib dikombinasikan dengan beberapa perinta diantaranya
+ memberikan attribut
- menghapus attribut
S system file attribut
H hidden file attribut
R read-only file attribut
A archiev file attribut

Contoh misalkan saya ingin memberikan attribut hidden dan read-only semua file berextensi *.txt pada drive D maka perintahnya adalah “ attrib +h +r *.txt /s “, maka semua file dengan ekstensi *.txt akan terhidden dan read only di drive D, untuk mengembalikannya kita hanya perlu merubah tanda plus menjadi minus. Ini sangat membantu jika kita ingin menyembunyikan file dalam jumlah yang banyak sekaligus.

Del

Del merupakan peritah untuk mendelete satu ata beberapa file. Untuk bisa mendelete suatu file, file tersbut tidak boleh terhidden. Jika ada kasus seperti kemarin saya menemukan virus sebangsa sality yang mengcopykan file *.lnk, *.inf dan *.db kesemua folder dan subfolder, saya menggunakan peritah del untuk menghaus sekaligus file tersebut, tapi karna file tersebut terhidden maka harus kita gantai dulu attribut file tersut dengan perintah seperti yang dijelaskan diatas tadi, baru kemuadian bisa saya delete, adapun perintahnya “ del *.lnk *.inf *.db /s “ maka perintah in akan melkuakn delete file susai ekstensi file yang kita ketikkan, “ /s “ berarti peritah del ini akan dilakukan juga ke semua sub folder.

Pengertian Kernel Dalam OS

Kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.

Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung di- load dan dijalankan diatas mesin 'telanjang' komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.

Ada 4 kategori kernel:

1. Monolithic kernel. Kernel yang menyediakan abstraksi perangkat keras yang kaya dan tangguh.

2. Microkernel. Kernel yang menyediakan hanya sekumpulan kecil abstraksi perangkat keras sederhana, dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang disebut sebagai server untuk menyediakan fungsi-fungsi lainnya.

3. Hybrid (modifikasi dari microkernel). Kernel yang mirip microkernel, tetapi ia juga memasukkan beberapa kode tambahan di kernel agar ia menjadi lebih cepat.

4. Exokernel. Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung atau hampir-hampir langsung.

Dari keempat kategori kernel yang disebutkan diatas, kernel Linux termasuk kategori monolithic kernel. Kernel Linux berbeda dengan sistem Linux. Kernel Linux merupakan sebuah perangkat lunak orisinil yang dibuat oleh komunitas Linux, sedangkan sistem Linux, yang dikenal saat ini, mengandung banyak komponen yang dibuat sendiri atau dipinjam dari proyek pengembangan lain.

Kernel Linux pertama yang dipublikasikan adalah versi 0.01, pada tanggal 14 Maret 1991. Sistem berkas yang didukung hanya sistem berkas Minix. Kernel pertama dibuat berdasarkan kerangka Minix (sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum). Tetapi, kernel tersebut sudah mengimplementasi proses UNIX secara tepat.

Pada tanggal 14 Maret 1994 dirilis versi 1.0, yang merupakan tonggak sejarah Linux. Versi ini adalah kulminasi dari tiga tahun perkembangan yang cepat dari kernel Linux. Fitur baru terbesar yang disediakan adalah jaringan. Versi 1.0 mampu mendukung protokol standar jaringan TCP/IP. Kernel 1.0 juga memiliki sistem berkas yang lebih baik tanpa batasan-batasan sistem berkas Minix. Sejumlah dukungan perangkat keras ekstra juga dimasukkan ke dalam rilis ini. Dukungan perangkat keras telah berkembang termasuk diantaranya floppy-disk, CD-ROM, sound card, berbagai mouse, dan keyboard internasional. Dukungan juga diberikan terhadap modul kernel yang loadable dan unloadable secara dinamis.

Satu tahun kemudian dirilis kernel versi 1.2. Kernel ini mendukung variasi perangkat keras yang lebih luas. Pengembang telah memperbaharui networking stack untuk menyediakan support bagi protokol IPX, dan membuat implementasi IP lebih lengkap dengan memberikan fungsi accounting dan firewalling. Kernel 1.2 ini merupakan kernel Linux terakhir yang PC-only. Konsentrasi lebih diberikan pada dukungan perangkat keras dan memperbanyak implementasi lengkap pada fungsi-fungsi yang ada.

Pada bulan Juni 1996, kernel Linux 2.0 dirilis. Versi ini memiliki dua kemampuan baru yang penting, yaitu dukungan terhadap multiple architecture dan multiprocessor architectures. Kode untuk manajemen memori telah diperbaiki sehingga kinerja sistem berkas dan memori virtual meningkat. Untuk pertama kalinya, file system caching dikembangkan ke networked file systems, juga sudah didukung writable memory mapped regions. Kernel 2.0 sudah memberikan kinerja TCP/IP yang lebih baik, ditambah dengan sejumlah protokol jaringan baru. Kemampuan untuk memakai remote netware dan SMB (Microsoft LanManager) network volumes juga telah ditambahkan pada versi terbaru ini. Tambahan lain adalah dukungan internal kernel threads, penanganan dependencies antara modul-modul loadable, dan loading otomatis modul berdasarkan permintaan (on demand). Konfigurasi dinamis dari kernel pada run time telah diperbaiki melalui konfigurasi interface yang baru dan standar.

Semenjak Desember 2003, telah diluncurkan Kernel versi 2.6, yang dewasa ini (2008) telah mencapai patch versi 2.6.26.1. Hal-hal yang berubah dari versi 2.6 ini ialah:

* Subitem M/K yang dipercanggih.

* Kernel yang pre-emptif.

* Penjadwalan Proses yang dipercanggih.

* Threading yang dipercanggih.

* Implementasi ALSA (Advanced Linux Sound Architecture) dalam kernel.

* Dukungan sistem berkas seperti: ext2, ext3, reiserfs, adfs, amiga ffs, apple macintosh hfs, cramfs, jfs, iso9660, minix, msdos, bfs, free vxfs, os/2 hpfs, qnx4fs, romfs, sysvfs, udf, ufs, vfat, xfs, BeOS befs (ro), ntfs (ro), efs (ro).

semoga bermanfaat...

Panduan Menginstal BackTrack 5


BackTrack 5BackTrack merupakan distribusi Live DVD Linux populer yang berfokus pada pengujian penetrasi sistem dan jaringan, menampilkan analisis dan aplikasi diagnostik yang dapat dijalankan langsung dari DVD. BackTrack berasal dari distribusi Whax dan Auditor Security Collection, menggabungkan yang terbaik dari keduanya dalam satu solusi lengkap.

BackTrack 5 yang telah dirilis sejak Mei lalu, kini telah didasaarkan pada distribusi Linux populer Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx), ditenagai oleh kernel Linux 2.6.38 yang telah dipatch dengan semua patch wireless injection yang relevan dan memuat beberapa perbaikan besar.

Bagi Anda yang belum memiliki DVD master BackTrack 5, silahkan mendownloadnya dari artikel ini.

Masukkan DVD BT 5 kedalam DVD drive, atur bios agar menggunakan CD/DVD drive sebagai media booting pertama. Pada halaman awal, silahkan pilih opsi pertama "BackTrack Text..." lalu tekan enter...

BackTrack 5

Setelah BT 5 dijalankan sebagai Live DVD mode text sebagai root, ketik "startx" pada konsole untuk menjalankan BT 5 dengan mode grafis...

BackTrack 5

Ini adalah desktop Gnome 2.30 pada BT 5. Untuk memulai instalasi, jalankan Ubiquity melalui shortcut "Install BackTrack" pada desktop tersebut...

BackTrack 5

Pada halaman selanjutnya silahkan tentukan bahasa instalasi yang ingin digunakan, tentukan lokasi Anda berada serta layout keyborad, tekan "Forward" untuk melanjutkan hingga menjumpai halaman "Prepare disk space". Pada halaman ini, pilih opsi kedua "Specify partitions manually..." untuk menyusun partisi secara manual...

BackTrack 5

Jika hardisk yang Anda gunakan masih dalam keadaan kosong / baru, tekan tombol "New Partition Table..." atau jika hardisk yang digunakan telah memiliki partisi namun file atau data yang ada didalamnya sudah tidak dibutuhkan, Anda dapat melakukan penghapusan partisi terlebih dahulu dengan cara memilih masing-masing partisi lalu menekan tombombol "Delete" agar mendapatkan free space untuk instalasi BT 5. Harap diperhatikan, dengan menghapus partisi yang ada akan menghapus dan menghilangkan semua file didalamnya dan itu tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi !!!...

BackTrack 5

Setelah mendapatkan free space, partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi swap. Pilih pada free space lalu tekan "Add". Pada jendela "Create partition" pilih "Primary" pada "Type for the new...". Tentukan besarnya kapasitas partisi swap yang akan dibuat pada "New partition size...", dalam contoh ini kami memasukkan nilai "1024". Pada menu drop down "Us as:", pilih "swap area" lalu tekan "OK". Sekarang kita telah memiliki partisi swap sebesar kurang lebih 1GB...

BackTrack 5

Membuat partisi "/". Pilih pada free space lalu tekan "Add". Pada jendela "Create partition" pilih "Primary" pada "Type for the new...". Tentukan besarnya kapasitas partisi "/" yang akan dibuat pada "New partition size...", dalam contoh ini kami memasukkan nilai "15000" (Anda dapat menentukan kapasitas tiap partisi sesuai kebutuhan). Pada menu drop down "Us as:", pilih "Ext4 journaling file system". Pada menu dropdown "Mount point:" pilih "/" lalu tekan "OK". Sekarang kita telah memiliki partisi root kurang lebih 15GB...

BackTrack 5

Partisi terakhir yang akan kita buat adalah partisi "/home". Pilih pada free space yang masih ada lalu tekan "Add". Pada jendela "Create partition" pilih "Primary" pada "Type for the new...". Tentukan besarnya kapasitas partisi "/home" yang akan dibuat pada "New partition size..." sesuai kebutuhan Anda atau gunakan semua sisa ruang kosong yang masih ada. Pada menu drop down "Us as:", pilih "Ext4 journaling file system". Pada menu dropdown "Mount point:" pilih "/home" lalu tekan "OK"...

BackTrack 5

Proses penyusunan partisi untuk instalasi BT 5 telah selesai, gambar berikut adalah tabel partisi pada komputer yang kami gunakan, tekan "Forward" untuk melajutkan ke proses berikutnya...

BackTrack 5

Pada halaman "Ready to Install", tekan tombol "Install" untuk memulai instalasi...

BackTrack 5

Proses instalalsi BackTrack 5 segera dijalankan, silahkan tunggu hingga proses diselesaikan...

BackTrack 5

Setelah instalasi dinyatakan lengkap, tekan tombol "Restart Now" untuk mereboot komputer dan menjalankan sistem yang baru kita buat...

BackTrack 5

Setelah komputer dinyalakan kembali, pada konsole ketik "root" pada "bt login:" lalu tekan enter. Ketik "toor" sebagai password (password yang diketik tidak akan nampak pada layar) lalu tekan enter...

BackTrack 5

Setelah login sebagai root, ketik "startx" untuk menjalankan mode grafis. Kini BackTrack 5 telah siap Anda gunakan...

BackTrack 5

Selamat mencoba...

10 Perintah Linux yang "Mungkin" Jarang di Pakai

1.
Keluar dari Terminal dengan Cepat Anda dapat keluar dari terminal dengan cepat menggunakan CTRL+D

2.
Menghapus Perintah Baris yang Panjang Misalkan Anda terlanjur mengetikkan perintah yang cukup panjang, maka Anda dapat menghapusnya seketika menggunakan CTRL+U. Tidak perlu menekan backspace atau del lagi.

3.
Mengeksekusi Perintah Terakhir yang Dijalankan root@z3us# !! akan menjalankan perintah terakhir yang telah Anda gunakan.

4.
Jalan Pintas untuk Membuat Direktori
root@z3us#mkdir -p /saya/buat/direktori/ini/hanya/dengan/satu/perintah/saja/ => Akan membuat seluruh direktori yang diperlukan bahkan ketika direktori tersebut tidak tersedia. Jadi mengapa membuang waktu dengan memberikan perintah rumit seperti ini: cd / ; mkdir saya ; cd saya; mkdir buat; cd buat; mkdir direktori …

5.
Mengeksekusi Perintah Terakhir dengan Awalan Karakter Jika Anda ingin menjalankan perintah dari Command History Anda dengan menggunakan awalan sebuah karakter, misalnya huruf c, maka perintahnya:
root@z3us)# !c Akan memanggil perintah terakhir dengan awalan c.
6.

Menjalankan Perintah secara Berulang dan Menampilkan Hasilnya Perintah watch akan menjalankan perintah secara berulang, dan menghasilkan output. Output yang dihasilkan akan ditampilkan bergantian interval waktu. Secara default, interval waktu yang digunakan adalah 2 detik. watch hampir sama dengan tail. Misalkan:
root@z3us# watch -d ls -l Baris di atas akan menghasilkan output berupa daftar file di current directory Anda dan akan menandainya setiap ada perubahan yang terjadi.

7.
Berpindah ke Direktori Tempat Anda Berada Terakhir Untuk beralih ke direktori tempat Anda bernavigasi paling akhir gunakan : root@z3us# cd -

8.
Menyimpan File dengan Cepat pada Teks Editor Vi/Vim Apabila Anda sedang terburu-buru, Anda dapat menyimpan file yang telah Anda tulis di vi dengan masuk ke mode normal (keluar dari mode insert dengan Esc), kemudian Anda tekan shift bersamaan dengan menekan dua kali.

9.
Menemukan PID dari Suatu Proses secara Cepat Untuk mencari PID pada proses-proses yang sedang berjalan, Anda dapat menggunakan pgrep. Perintah ini akan mencari PID dari suatu proses yang sesuai dengan parameter yang telah diberikan. Misal:
root@z3us# pgrep mysqld Maka akan menghasilkan semua PID yang berhubungan dengan mysql.

10.
Mengubah Keterangan Waktu dari Sebuah File
root@z3us# touch -c -t 0801010800 namaberkas.zip akan menampilkan keterangan waktu yaitu 2008-01-01 8:00. Format waktu yang digunakan adalah (YYMMDDhhmm).

Membuat Partisi Manual Untuk Sistem Dual Boot Ubuntu 10.10 Dan Windows 7

Sebagai tahap persiapan, yang perlu Anda lakukan adalah membackup semua data dan file-file penting kedalam media penyimpanan lain (CD/DVD ataupun flashdisk) kecuali jika Anda merasa yakin tidak akan melakukan kesalahan sekecil apapun.

Setelah data-data dan file penting Anda amankan, kita akan memulai dengan menyusun partisi hardisk yang diperlukan untuk sistem dual boot nanti.

Dalam contoh ini kami menggunakan sebuah hardisk berkapasitas 40GB dan telah kami instal sistem Windows 7 dalam drive C berlabel "Lab" dan sebuah partisi berisi data (drive D) berlabel "Data".

Perlu Anda ketahui, meskipun Window 7 mengenali hardisk kami memiliki dua drive (C dan D) namun kenyataanya terdapat tiga partisi dalam hardisk tersebut. Susunan ketiga partisi tersebut adalah:

  • Partisi pertama, kapasitas lebih kurang 100MB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda1 namun oleh sistem Windows 7 tidak ditampilkan (hidden). Partisi ini merupakan partisi tempat bootloader Windows 7 diinstal.
  • Partisi kedua, kapasitas lebih kurang 20.51GB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda2, oleh sistem Windows 7 dikenali sebagai drive C berlabel "Lab" tempat sistem Windows 7 diinstal.
  • Partisi ketiga, kapasitas lebih kurang 19.39GB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda3, oleh Windows 7 dikenali sebagai drive D berlabel "Data" yang merupakan tempat kami penyimpanan data-data.

Untuk melihat tabel partisi tersebut, pada desktop Windows 7, silahkan klik start menu lalu pilih menu "Run". Pada jendela Run yang ditampilkan, ketik "diskmgmt.msc" lalu tekan enter atau klik tombol "OK"...


Aplikasi Disk Management akan dijalankan. Anda dapat melihat pada gambar dibawah, pada hardisk kami yang berkapasitas 40GB (Disk 0) terdapat tiga partisi primer berformat NTFS...


Kami merencanakan untuk menginstal Ubuntu 10.10 pada partisi ketiga (/dev/sda3 atau drive D) yang sebelumnya berisisi data. Untuk menginstal Ubuntu partisi tersebut akan kami hapus dan memecahnya menjadi tiga partisi baru yaitu partisi "swap", partisi "/" dan partisi "/home".

Baiklah.. tak perlu berpanjang lebar lagi, kita akan mulai menginstal Ubuntu 10.10 bersama Windows 7 dalam sebuah hardisk.

Masukkan CD/DVD instalasi Ubuntu 10.10 kedalan CD/DVD drive lalu restart komputer untuk membootingnya melalui CD Ubuntu 10.10.


Tunggulah beberapa saat hingga Ubuntu selesai diload dan ditampilkan layar instalasi...


Dalam contoh ini, kita akan menjalankan Ubuntu 10.10 sebegai Live CD dan akan melakukan proses penginstalan melalui desktop Live CD Ubuntu. Hal itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua perangkat yang ada pada komputer telah dikenali dengan baik dan CD/DVD installer Ubuntu dapat dijalankan dengan sempurna.

Pada layar instalasi, pilih bahasa yang ingin digunakan lalu klik tombol "Try Ubuntu" untuk menjalankan Ubuntu 10.10 sebagai Live CD. Tunggulah beberapa saat hingga desktop Ubuntu selesai dimuat....


Pada desktop tersebut, klik ganda pada ikon "Instal Ubuntu 10.10". Ubiquity akan segera dijalankan. Pilih bahasa yang ingin digunakan lalu klik tombol "Forward"...


Persiapan menginstal Ubuntu. Installer akan memeriksa ketersediaan perangkat, jika koneksi internet tersedia, pada langkah ini Anda dapat memilih mengaktifkan update otomatis untuk menginstal driver perangkat keras dan juga menginstal software pihak ketiga. Namun jika itu Anda lakukan, proses instalasi akan berjalan lebih lama, untuk saat ini, kami sarankan untuk tidak mengaktifkan pilihan-pilihan tersebut. Klik "Forward" untuk melanjutkan ke langkah berikutnya...


Mengalokasikan ruang hardisk. Pada gambar di bawah nampak bahwa Ubuntu 10.10 mendeteksi keberadaan sistem lain dalam hardisk, sehingga opsi "Install alongside other opersting systems" diaktifkan. Karena kita akan menyusun partisi secara manual, maka silahkan pilih opsi ketiga "Specify partitions manually (advenced)" lalu klik "Forward"...


Pada langkah ini, berhati-hatilah saat memilih partisi yang akan digunakan untuk menginstal Ubuntu. Kesalahan dalam memilih partisi akan menyebabkan data atau file penting lainnya HILANG/TERHAPUS dan TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi. Anda perlu menyesuaikan dengan kondisi hardisk yang Anda gunakan (jangan sampai salah). Pada contoh ini, kami memilih /dev/sda3. Kalau Anda sudah yakin bahwa partisi yang dipilih adalah benar, klik tombol "Delete" untuk menghapus partisi tersebut...


Beberapa saat kemudian Anda akan mendapatkan sebuah ruang kosong, pilih ruang kosong tersebut lalu klik "Add"...


Dalam jendela "Create partition" pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "swap area". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "1024" setara dengan 1GB. Klik "OK" untuk membuat partisi swap dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...


Pilih ruang kosong yang masih ada lalu klik "Add". Dalam jendela "Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling filesystem". Pada menu "Mount point:" pilih "/". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "10240" setara dengan 9.4GB. Klik "OK" untuk membuat partisi "/" dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...


Pilih ruang kosong yang masih tersisa lalu klik "Add". Dalam jendela "Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling filesystem". Pada menu "Mount point:" pilih "/home". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "9558" setara dengan 8.8GB atau seberapapun ruang kosong yang masih tersedia. Klik "OK" untuk membuat partisi "/home" dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...


Tabel partisi pada hardisk kami akan terlihat seperti gambar ini....


Silahkan periksa di bagian bawah pada "Boot loader". Pastikan "Device for boot loader installation" yang dipilih adalah "/dev/sda" (lihat gambar) bukan /dev/sda1 atau yang lainnya. Ini artinya kita akan menginstal Grub sebagai boot loader Ubuntu pada MBR hardisk...


Jika semua telah dirasa cukup klik "Install" untuk memulai proses instalasi Ubuntu 10.10...
Peringatan: Pada langkah ini partisi hardisk yang telah disusun akan diformat dan semua data yang tersimpan didalamnya akan DIHAPUS dan TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi.

Dalam jendela dimana Anda berada, masukkan tempat Anda berada atau pilih lokasi pada peta bumi yang ditampilkan lalu klik "Forward"....


Pada jendela Keyboard layout, sebaiknya biarkan dalam pilihan default, klik "Forward" untuk melanjutkan....


Dalam jendela Siapa Anda, silahkan masukkan informasi yang sesuai pada masing-masing kolom berikut, isi "Your name:" dengan nama asli Anda, "Your computer's name:" akan terisi secara otomatis namun Anda dapat menyesuaikannya, "Pick a username:" masukkan nama yang akan digunakan sebagai username pada saat login, masukkan password pada "Choose a password" lalu masukkan kembali pada "Confirm your password". Pada opsi di bawahnya, Anda dapat memilih untuk login secara otomatis dengan memilih opsi "Log in Automatically" atau biarkan saja kedua opsi tersebut sesuai default nya, klik "Forward" untuk melanjutkan....


Silahkan Anda bersantai sejenak dan biarkan Ubiquity menyelesaikan tugasnya. Ini akan membutuhkan beberapa waktu bergantung pada spesifikasi komputer yang Anda gunakan...


Setelah proses instalasi selesai akan ditampilkan dialog "Installation Complete", Klik "Restart Now" untuk mereboot komputer...


CD/DVD installer akan dikeluarkan, ambil CD/DVD tersebut lalu tekan enter. Tunggulah beberapa saat hingga komputer dinyalakan kembali dan Anda akan mendapatkan menu boot loader Ubuntu "Grub"... Tekan enter untuk menjalankan sistem Ubuntu 10.10 yang baru saja Anda instal....


Tunggulah sebentar, layar GDM tempat Anda login ke sistem akan ditampilkan. Masukkan username dan password lalu tekan enter atau klik tombol "Log In"....


Desktop Ubuntu 10.10 yang cantik telah siap Anda gunakan....


Anda dapat memeriksa menggunakan Nautilus, partisi sistem Windows 7 dapat dimount dan Anda dapat melihat sebuah hardisk dengan label "Lab" lengkap dengan isinya...


Karena kita menggunakan dual boot mode, kini saatnya untuk mencoba masuk ke sistem Windows 7. Silahkan restart komputer....


Tunggulah beberapa saat. Pada menu grub, pilih menu terakhir "Windows 7 (loader) (on /dev/sda1)" dengan cara menekan tombol panah ke bawah pada keyboard...


Windows 7 akan dijalankan. Anda dapat memeriksa kembali partisi hardisk yang digunakan sekarang. Klik start lalu pilih "Run", ketik "diskmgmt.msc" lalu tekan enter... kini tabel partisi pada hardisk kami akan terlihat seperti pada gambar berikut....


Sekarang Anda dapat mencobanya pada komputer Anda sendiri. Namun jang lupa pesan kami, AMANKAN dulu data dan file penting yang Anda miliki sebab semua data yang terhapus saat instalasi TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi...